Jiwa, akal, tangis, senyum
Halloo. Akhir - akhir ini gw lagi sibuk-sibuknya dengan kesibukan baru gw yaitu Aktif dalam kepanitiaan suatu kelompok yang (mengaku) mengatas namakan mereka itu EO.
Yup, pekerjaan yang sangat menguras tenaga, waktu dan pikiran.
But kali ini gw bukan mau ngejelasin secara rinci kesibukan baru gw itu :)
Tapi lebih mengarah ke Hal yang terjadi secara Universal kepada diri gw belakangan ini.
Enjoy. . . .
#Np : The Script - Half Of Fame
Aku telah lupa berapa kali ku menjadi saksi siklus peredaran matahari. Akupun tak teringat berapa kali aku menjadi saksi akan pergantian musim. Akupun juga belum mengerti meskipun jagad arcapada telah berulang kali melakonkan berbagi epik drama kehidupan.
Jiwa, akal, tangis, senyum. Semua variable ini membelengguku dalam semua kungkungan penjara yang sempit. Ketikaku tengok masa lalu, kumelihat hitam putih hidup yang telah kujalani, semuanya hanyalah pahit dan manis, sedih dan bahagia.
Namun sesaat kemudian, ku mendengar suara – suara yang telah lama hilang teranihilasi oleh pesta zaman. Dia mengatakan kepadaku dengan lembut bahwa kehidupan manusia tak akan pernah benar – benar bahagia selama mereka terikat dengan perbedaan, memandang satu hal lebih baik ataupun sebaliknya. Warna – warna hanyalah menjadi warna ketika cahaya hadir padanya. Begitupula kehidupan hanya akan ada ketika sang Khalik memancarkan cahayaNya.
Begitulah hidup. Aku juga bukanlah malaikat yang harus selalu tampak putih, namun tentu aku tiada pernah ingin untuk terlukis hitam lagi. Biarkan hidup ini berjalan apa adanya, Dan biarkan aku menjalani hidup yang telah ditakdirkan Tuhan untukku
Komentar
Posting Komentar